Pengertian Topologi Jaringan
Topologi Jaringan adalah hal yang menjelaskan hubungan geomentris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Berikut adalah macam-macam Topologi Jarigan.
a. Topologi Bintang (Star)
Kelebihan:
- Kerusakan pada suatu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
- Tingkat keamanan tinggi.
- Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
- Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
- Akses kontrol terpusat.
- Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
- Paling fleksibel.
Kekurangan:
- Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
- Boros pemakaian kabel.
- HUB/SWITCH jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.
- Peran hub sangat sensitif, mudah sekali down.
- Jaringan tergantung pada terminal pusat.
- Jika menggunakan Swtich dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan lambat.
- Biaya jaringan lebih mahal dari Ring atau Bus.
b. Topologi Cincin (Ring)
Topologi Cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya hingga membentuk jalur melingkar seperti cincin.
Pada topologi cincin, masing-masing titik/node berfungsi sebagai repeater yang memperkuat sinyal di sepanjang sirkulasinya tindakan ini serta dibantu oleh TOKEN.
Token/Token Ring adalah sebuah cara akses jaringan berbasis teknologi gelang (ring) yang awalnya dikembangkan dan diusulkan oleh Olaf Soderblum pada tahun 1969.
Kelebihan:
- Mudah untuk dirancang dan diimplementasikan.
- Memiliki performa yang lebih baik daripada topologi bus, bahkan untuk aliran data yang berat sekalipun.
- Mudah untuk melakukan pelacakan dan pengisolasian kesalahan dalam jaringan (menggunakan konfigurasi "Point to Point").
- Mudah untuk melakukan konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru.
- Hemat kabel.
- Tidak terjadi tabrakan pengiriman data (Collision), karena hanya satu node yang dapat mengirimkan data pada saat tertentu.
Kekurangan:
- Sangat peka dengan kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node dapat mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan. Namun hal ini dapat diantisipasi dengan Dual Ring (Cincin ganda).
- Pengembangan jaringan menjadi lebih kaku.
- Kinerja komunikasi dalam jaringan sangat tergantung pada jumlah titik/node yang terdapat pada jaringan.
- Lebih sulit untuk dikonfigurasi daripada topologi bintang.
- Dapat terjadi Collision (dua pake data tercampur).
- Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus brandles.
c. Topologi Bus
Merupakan topologi yang banyak digunakan pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50 ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan.
Ciri-Ciri:
- Teknologi lama, dihubungkan dengan satu kabel dalam satu baris.
- Tidak membutuhkan peralatan aktif untuk menghubungkan terminal/komputer.
- Sangat berpengaruh pada unjuk kerja komunikasi antarkomputer, karena hanya bisa digunakan oleh satu komputer.
- Kabel "cut" dan digunakan konektor BNC tipe T.
- Di ujung kabel dipasang 50 ohm konektor.
- Jika kabel putus, maka komputer lain tidak dapat berkomunikasi dengan baik.
- Susah melakukan pelacakan masalah
- Discontinue Support
Kelebihan:
- Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa menunggu workstation lain.
- Hemat kabel.
- Layout kabel sederhana.
Kekurangan:
- Bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat, maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
- Kepadatan pada jalur lalu lintas
- Diperlukan repeater untuk jarak jauh.
d. Topologi Jala
Disebut juga dengan topologi mesh. Yaitu suatu bentuk hubungan antarperangkat di mana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan.
Kelebihan:
Kelebihan:
- Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju ssaja.
- Memiliki sifat Robust, yaitu apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan memengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya
- Kerahasiaan dan keamanan pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikniasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
- Memudahkan proses indentifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antarkomputer.
- Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. Semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O.
- Instalasi dan konfigurasi lebih sulit.
- Membutuhkan kabel jaringan yang banyak.
e. Topologi Pohon (Topologi Pohon)
Topologi pohon disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat adalah kombinasi karakteristik antara topologi bintang dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain dihubungkan sebagai jalur tulang punggung.Kelebihan:
Dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat.
Kelemahan:
Apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada di bawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif.
Cara kerja jaringan pohon ini relatif lambat. Menurut Jeremyah Joel, topologi ini menggunakan banyak kabel dan di backbone merupakan pusat dari topologi ini.










